TELITI, PROBOLINGGO – Kalau ingin bertambah kesabaran, kejujuran, ketaatan dan bertambahnya keberkahan nafkah atau rezeki hendaknya seseorang membiasakan diri untuk membaca istighfar di waktu sahur (sebelum fajar). Hal ini disampaikan Dr. Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah, M. Pub saat memberikan tausiyah dengan mengutif ayat 17 dalam surah ali-Imran pada acara bakti sosial yang di gelar Gerakan Ex Alumni Madin an-Nafiiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Kamis (20/06/24).
Berdoa itu perintah Allah dan itu baik karena perintah berdoa itu datangnya dari Allah. Orang yang berdoa telah melaksanakan perintah Allah, maka ia akan mendapatkan pahala apalagi isi doanya sesuatu yang baik.
“Membaca istighfar salah satu doa. Jika istighfar di waktu sahur atau sebelum fajar, maka seseorang yang membacanya akan di beri tambahan kesabaran, kejujuran, dan kekhusyuan dalam beribadah,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ning Iah juga menyinggung pentingnya mencontoh keteladanan nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang telah rela mengorbankan egonya untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah.
“Allah memerintah Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya bernama Ismail, beliau melaksanakannya tanpa meragukannya,” imbuhnya.
Meskipun demikian, lanjut dosen Universitas Nurul Jadid Paiton ini, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba.
“Perintah menyembelih putranya yang bernama Ismail itu merupakan ujian naik tingkat yang diberikan Allah. Dan akhirnya nabi Ibrahim masuk pada golongan ulul azmi,” tegasnya.









